Al-Hadits

Memahami Hadits Nabi Sesuai Pemahaman Salafush-Shalih

Hadits Palsu Tentang Menuntut Ilmu Ke Negeri China

HADITS PALSU TENTANG MENUNTUT ILMU KE NEGERI CHINA

Oleh
Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّينِ

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri China!”
Read the rest of this entry »

Iklan
Tinggalkan komentar »

Hadits Palsu Tentang Larangan Melihat Kemaluan Suami/Istri

HADITS PALSU TENTANG LARANGAN MELIHAT KEMALUAN SUAMI/ISTRI

Oleh
Ustadz Abdullâh bin Taslim al-Buthoni MA

رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: إِذَا جَامَعَ أَحَدُكُمْ زَوْجَتَهُ أَوْ جَارِيَتَهُ فَلَا يَنْظُرُ إِلَى فَرْجِهَا فَإِنَّ ذَلِكَ يُوْرِثُ الْعَمَى

Diriwayatkan dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang darimu (suami) mengumpuli istri atau budaknya, maka janganlah dia melihat kemaluannya, karena hal itu akan menyebabkan kebutaan”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hibbân rahimahullah dalam al-Majrûhîn I/202, Ibnu ‘Adi dalam al-Kâmil fi adh-Dhu’afâ II/75 dan Ibnul Jauzi rahimahullah dalam al-Maudhû’ât II/271 dari jalur Hisyam bin Khalid, dari Baqiyyah bin al-Walîd, dari Ibnu Juraij, dari ‘Athâ’, dari ‘Abdullâh bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma, dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Hadits ini dihukumi oleh para ulama Ahli hadits sebagai hadits palsu, karena dalam sanadnya ada rawi yang bernama Baqiyyah bin al-Walid, dia banyak mentadlis (menyamarkan) riwayat dari rawi-rawi yang lemah[1] , dan hadits ini termasuk di antaranya. Read the rest of this entry »

Tinggalkan komentar »

Hadits Yang Sangat Lemah Tentang Keutamaan Bersedekah Untuk Menyembuhkan Penyakit

HADITS YANG SANGAT LEMAH TENTANG KEUTAMAAN BERSEDEKAH UNTUK MENYEMBUHKAN PENYAKIT

Oleh
Ustadz Abdullâh bin Taslim al-Buthoni MA

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُما قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : دَاوَوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ، وَحَصِّنُوْا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ فَإِنَّهَا تَدْفَعُ عَنْكُمُ الأَعْرَاضِ وَاْلأَمْرَاضِ

Dari ‘Abdullâh bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kamu dengan bersedekah, dan bentengilah hartamu dengan (mengeluarkan) zakat, karena sesungguhnya hal itu akan mencegah berbagai keburukan dan penyakit.”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam ad-Dailami dalam Musnadul-Firdaus[1] dengan sanad beliau dari jalur Muhammad bin Yûnus al-Kudaimi, dari Badal bin al-Muhabbar, dari Hilal bin Malik al-Huwa-i, dari Yûnus bin ‘Ubaid, dari Hurr bin ash-Shayyah, dari ‘Abdullâh bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma , dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Read the rest of this entry »

Tinggalkan komentar »

Kisah Tsa’labah Bin Hathib Al-Anshariy Dan Kisah Sakaratul Mautnya Al-Qamah

KISAH TSA’LABAH BIN HATHIB AL-ANSHARIY

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

“Sedikit (harta) yang engkau tunaikan (kewajiban) syukurnya labih baik dari banyak (harta) yang engkau tidak sanggup menunaikan (kewajiban syukurnya)”

SANGAT LEMAH. Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dan Al-Maawardiy dan Ibnu Sakan dan Ibnu Syaahin dan lain-lain sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Katsir di Tafsir-nya (2/374 di dalam menafsirkan ayat 75 & 75 surat At-Taubah) dan Al-Hafidz Ibnu Hajar di kitabnya Al-Ishaabah fi Tamyiz Ash-Shahabah (juz 1 hal.198) dan Ibnu Abdil Barr di kitabnya Al-Isti’aab (juz 1 hal. 200-201), dari jalan Mu’aan bin Rifa’ah, dari Ali bin Yazid, dari Qashim bin Abdurrahman, dari Abu Umamah (ia berkata) : Bahwa Tsa’labah bin Haathib Al-Anshariy pernah berkata : Ya Rasulullah, berdo’alah kepada Allah agar Ia memberikan rizki kepadaku berupa harta (yang banyak). Read the rest of this entry »

Tinggalkan komentar »

Hadits-Hadits Palsu Tentang Keutamaan Shalat Dan Puasa Di Bulan Rajab

HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Apabila kita memperhatikan hari-hari, pekan-pekan, bulan-bulan, sepanjang tahun serta malam dan siangnya, niscaya kita akan mendapatkan bahwa Allah Yang Maha Bijaksana mengistimewakan sebagian dari sebagian lainnya dengan keistimewaan dan keutamaan tertentu. Ada bulan yang dipandang lebih utama dari bulan lainnya, misalnya bulan Ramadhan dengan kewajiban puasa pada siangnya dan sunnah menambah ibadah pada malamnya. Di antara bulan-bulan itu ada pula yang dipilih sebagai bulan haram atau bulan yang dihormati, dan diharamkan berperang pada bulan-bulan itu.

Allah juga mengkhususkan hari Jum’at dalam sepekan untuk berkumpul shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah yang berisi peringatan dan nasehat. Read the rest of this entry »

Tinggalkan komentar »

HADITS-HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’ YANG BANYAK BEREDAR PADA BULAN RAMADHAN (9)

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

HADITS KESEMBILAN : TENTANG MENGQADHA PUASA RAMADHAN DENGAN CARA BERTURUT-TURUT

مَنْ كَانَ عَلَيْهِ صَوْمُ رَمَضَانَ فَلْيَسْرُدْهُ وَلاَ يَقْطَعْهُ

“Barangsiapa yang memiliki tanggungan shaum (puasa) Ramadhân, maka hendaknya dia mengqadha’nya dengan cara berturut-turut dan tidak diputus-putus (selang-seling)”.
Read the rest of this entry »

Tinggalkan komentar »

HADITS-HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’ YANG BANYAK BEREDAR PADA BULAN RAMADHAN (8)

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

HADITS KEDELAPAN : TENTANG RAMADHAN BULAN TERBAIK BAGI KAUM MUSLIMIN

مَا أَتَى عَلَى الْمُسْلِمِينَ شَهْرٌ خَيْرٌ لَهُمْ مِنْ رَمَضَانَ وَلَا أَتَى عَلَى الْمُنَافِقِينَ شَهْرٌ شَرٌّ مِنْ رَمَضَانَ

“Tidak ada bulan yang datang kepada kaum Muslimin yang lebih baik daripada Ramadhân . dan tidak datang kepada kaum Munafiqin bulan yang lebih buruk daripada bulan Ramadhân”.
Read the rest of this entry »

Tinggalkan komentar »

HADITS-HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’ YANG BANYAK BEREDAR PADA BULAN RAMADHAN (7)

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

HADITS KETUJUH : TENTANG BERANDAI-ANDAI RAMADHAN SEPANJANG TAHUN

لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا (فِي ) رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ يَكُوْنَ السَّنَةُ كٌلَّهَا

“Sekiranya manusia mengetahui apa yang ada pada buan Ramadhân, niscaya semua umatku berharap agar Ramadhân itu sepanjang tahun”.
Read the rest of this entry »

Tinggalkan komentar »

HADITS-HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’ YANG BANYAK BEREDAR PADA BULAN RAMADHAN (6)

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

HADITS KEENAM : TENTANG KEUTAMAAN I’TIKAF

مَنِ اعْتَكَفَ عَشْرًا فِي رَمَضَانَ كَانَ كَحَجَّتَيْنِ وَعُمْرَتَيْنِ

“Barangsiapa yang beri’tikaf pada sepuluh hari (terakhir) bulan Ramadhân, maka dia seperti telah menunaikan haji dan umrah dua kali”.
Read the rest of this entry »

Tinggalkan komentar »

HADITS-HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’ YANG BANYAK BEREDAR PADA BULAN RAMADHAN (5)

Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

HADITS KELIMA : TENTANG DO’A BUKA PUASA

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dari Ibnu Abbâs Radhiyallahu ‘anhu, beliau Radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila hendak berbuka, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan :

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Read the rest of this entry »

Tinggalkan komentar »