Al-Hadits

Memahami Hadits Nabi Sesuai Pemahaman Salafush-Shalih

Perbedaan Antara Sunnah Dengan Hadits

pada 11 November 2015

*Disalin dari : Group fb “Multaqa Ahlalhdeeth Indonesia”

*Pengirim : Jaser Putra Aisyah

——-

Sebelum tidur, yuk peluk dulu faidah berikut. Hadits dan Sunnah, dua istilah yang sudah sering kita dengar. Adakah perbedaannya?

Perbedaan antara Sunnah dengan Hadits.

Dua istilah ini bisa berhimpun pada beberapa keadaan, bisa juga menjadi terpisah pada beberapa keadaan lainnya.

Contoh ketika keduanya berhimpun :

(1). Apa yang diriwayatkan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam berupa sabda beliau, atau perbuatan beliau, ataupun taqriir beliau. Ini disebut dengan “Hadits” sebagaimana pula ia dinamakan dengan “Sunnah”

(2). Termasuk dari nama-nama Firqatun-Najiyyah, yaitu “Ahlul-Hadits” sebagaimana dinamakan juga dengan “Ahlus-Sunnah”.

(3). Kitab-kitab yang memuat riwayat-riwayat marfu’, mauquf, dan aqwal salaf dinamakan dengan “Kitab-Kitab Hadits” sebagaimana ia dinamakan pula dengan “Kitab-kitab Sunnah”.

Adapun contoh ketika keduanya menjadi terpisah :

(1). Petunjuk Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam disebut dengan “Sunnah” yaitu thariqah beliau, manhaj beliau, dan shirathnya. Biasanya para ulama tidak menyebutnya dengan “Hadits”.

(2). Sunnah, yakni keberpegangan teguh dalam Syari’at dengan cara yang telah ditentukan tanpa menambah-nambah dalam Agama. Sehingga lawan Sunnah adalah bid’ah. Tetapi tidak disebut bahwa lawan dari bid’ah adalah “Hadits”.

(3). Sebagaimana istilah “Sunnah” digunakan oleh para fuqaha utk menjelaskan hukum. Seperti kita dengar; “ini hukumnya Sunnah”, tapi tidak kita dengar ada yang menyebutnya dengan “hadits” hingga dikatakan; “ini hukumnya hadits”.

(4). Sebagaimana ketika para ulama menjelaskan status suatu riwayat dengan tadh’if ataupun tashhih sehingga dikatakan; “Hadits ini shahih” atau “hadits ini dha’if” atau “hadits ini maudhu'”. Namun tidak digunakan dengan istilah “Sunnah” sehingga dikatakan “Sunnah ini dha’ifah” karena Sunnah ialah apa yang telah tsabit dari hadits-hadits. Oleh karena itu terkadang para ulama mengatakan; “hadits ini menyelisihi qiyas, Sunnah, dan ijma’.”

Wallaahu A’lam.

[Diringkas dari : http://islamqa.info/ar/145520]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: