Al-Hadits

Memahami Hadits Nabi Sesuai Pemahaman Salafush-Shalih

Hadits Marfu’ Dan Maqthu’

pada 17 Februari 2015

وَما أُضِيْفَ لِلنّبِيّ المَرفُوع       وَما لِتابعٍ هو المَقطوع

“hadist yang disandarkan kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam disebut hadist marfu’ dan yang disandarkan kepada tabi’in disebut hadist maqthu’

Penjelasan :

Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah menjelaskan[1] :

Hadist Marfu’ (terangkat) adalah :

مَا أُضِيفَ لِلنَبِي مِنْ قَوْلٍِ أو فِعْلٍِ أو تقرير- وهوسُكوتٌُ عَنْ فِعْلِ حَدَثٍِ أمَامَهُ – أو صِفَةٍِ خَلقِيَّةٍِ أو خُلٌقِية

“hadist yang disandarkan kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam, berupa perkataanperbuatanpersetujuan – yaitu diamnya beliau dari sebuah perbuatan yang dikerjakan di hadapan beliau – atau sifat-sifat beliau, baik sifat jasmani maupun sifat akhlak”

Contoh :

  1. Marfu’ Qauliy (berupa perkataan) : seperti ucapan seorang perawi, “Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda demikian…”
  2. Marfu’ Fi’liy (berupa perbuatan) : seperti ucapan seorang perawi, “Saya melihat Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam melakukan demikian…”
  3. Marfu’ Taqririy (persetujuan) : seperti ucapan seorang perawi, “Telah dilakukan yang demikian di hadapan Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam…” dan tidak diketahui adanya pengingkaran dari beliau.
  4. Marfu’ Washfiy (berupa sifat) : seperti ucapan seorang perawi, “Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya…”[2] atau perkataan, “Beliau shallallohu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang putih, elok dan bertubuh sedang…”[3]

Tabi’iy :

هو مَن لقِيَ صَحابِيّا وكان مؤمنا بالنبي دون أن يراه ومات علي الإسلام

“yaitu orang yang berjumpa dengan para sahabat, beriman kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam namun tidak sempat melihat beliau dan mati dalam keadaan muslim.

Maqthu’

هو ما أُضِيْفَ إلي التابعي أو مَنْ بَعْدَه مِن قولٍ أو فِعْل

“yaitu (riwayat) yang disandarkan kepada tabi’iy atau kepada orang-orang sesudahnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan”

Contoh :

  1. Maqthu’ Qauliy : perkataan Hasan al Bashriy rahimahullah mengenai shalat bermakmum kepada ahli bid’ah, “shalatlah, dan dosa bid’ahnya buat dia”
  2. Maqthu’ Fi’liy : seperti perkataan Ibrahim bin Muhammad bin Muntasyir, “Masruq rahimahullah membentangkan pembatas antara dia dan keluarganya kemudian menghadapi shalatnya dan membiarkan mereka dengan dunia mereka”

Beberapa Faidah :

1. Ditinjau dari sisi hukumnya, marfu’ terbagi menjadi dua yaitu marfu’ yang sharih (jelas) dan marfu’ hukmiy (secara hukum).

2. Marfu’ Hukmiy yaitu perkataan/ perbuatan seorang sahabat Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam tentang sesuatu yang tidak ada ruang ijtihad di dalamnya.

3. Contoh marfu’ hukmiy, seperti perbuatan Ali bin Abi Thalib radhiyallohu ‘anhu ketika melakukan shalat kusuf beliau ruku’ tiga kali dalam satu raka’at. Atau seperti perkataan seorang sahabat, “Termasuk dari sunnah adalah demikian…”. Demikian pula seperti perkataan sahabat mengenai hal-hal yang ghaib, baik yang terjadi di masa lampau maupun kejadian yang akan datang. Begitu juga perbuatan sahabat yang tidak terdapat larangan yang jelas atas perbuatan tersebut, seperti apa yang diutarakan oleh sahabat Jabir radhiyallohu ‘anhu “

كُنا نَعْزِل والقرأن يَنزِل

“Dahulu kami melakukan ‘azl sedangkan Al Quran masih turun”

4. Perbedaan antara maqthu’ dan munqathi’ :

a. Maqthu’ : akhir sanadnya sampai kepada tabi’iy

b. Munqathi’ : ada keterputusan di dalam sanadnya secara mutlak.

5. Imam Syafi’i, Thabaraniy dan Ibnu ‘Abdil Barr rahimahumullah berpendapat bahwasannya maqthu’ sama dengan munqathi’.

6. Apabila sebuah riwayat yang maqthu’ berkaitan dengan hal-hal yang ghaib, maka statusnya adalah munqathi’ atau mursal.

Allohu a’lam.


[1] At Ta’liqat al Atsariyah [24-25]

[2] Sahih Bukhari [6203], Sahih Muslim [215]

[3] Sahih Muslim [2340]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: