Al-Hadits

Memahami Hadits Nabi Sesuai Pemahaman Salafush-Shalih

Al Musnad

pada 17 Februari 2015

HADIST MUSNAD

والمُسْنَدُ المُتصِل الإسنادِ مِن       رَاوِيْهِ حَتي مُصْطفَي ولَمْ يَبِنْ

al musnad adalah hadist yang sanadnya bersambung sampai kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam tanpa ada keterputusan”

Penjelasan :

Syaikh Ali bin Hasan al Halabiy hafidzahullah menjelaskan[1] :

Al musnad adalah :

هو الحديث المرفوع المُتصِل سَندًا

“yaitu hadist yang marfu’ (sampai kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam) dan sanadnya muttashil (bersambung)”

Terkadang istilah al musnad dipakai untuk pengertian yang lain, yaitu kitab-kitab yang mengumpulkan riwayat-riwayat dari para sahabat, seperti Musnad Imam Ahmad rahimahullah.

Yabin (يبن) bermakna : ينقطع (terputus) dan ينفصل (terpisah)

Beberapa Faidah[2] :

1. Terkumpul dua sifat pada al musnad, yaitu : bersambungnya sanad dan marfu’ kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam.

2. Terdapat khilaf di kalangan ulama mengenai definisi al musnad di atas.

a. Pendapat pertama, selaras dengan pengertian di atas yaitu al musnad memiliki dua syarat utama, sanadnya ittishal (bersambung) dan marfu’. Inilah yang rajih.

b. Pendapat kedua, hanya mensyaratkan ittishal, tidak harus marfu’.

c. Pendapat ketiga, mensyaratkan marfu’ tetapi tidak mengharuskan ittishal. Ini adalah pendapat Ibnu ‘Abdil Barr dan adz Dzahabiy di dalam al Mauqidzah.

Allohu a’lam.


[1] At Ta’liqat al Atsariyah [24-25]

[2] Dari catatan pelajaran.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: