Al-Hadits

Memahami Hadits Nabi Sesuai Pemahaman Salafush-Shalih

Bulughul Maram – Pembukaan

pada 16 Januari 2015

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

Segala puji bagi Alloh atas segala nikmatnya, baik yang nampak maupurn yang tersembunyi di masa lalu dan saat ini. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi-Nya dan Rosul-Nya, Muhammad beserta para Sahabatnya yang menolong agama-Nya dengan usaha yang sungguh-sungguh serta orang-orang yang mengikuti mereka yang mewarisi ilmu mereka -dan ulama itu pewaris para Nabi-. Muliakanlah para ulama tersebut sebagai pewaris dan yang diwarisi.

Amma ba ‘du. (Kitab) ini merupakan ringkasan yang mencakup pokok-pokok dalil berdasarkan hadits bagi hukum-hukum syari’iat. Aku telah menulisnya dengan tulisan yang dapat dimengerti, agar orang yang menghapal (hadits-hadits)nya dapat mcngulang-ngulang di antara (waktu-waktu) yang sama. Juga agar seorang penuntut ilmu pemula dapat meminta bantuan (jika lupa akan satu hadits dan ingin menghapalnya lagi‘pent) pada kitab ini dan orang yang menyukainya dapat puas dengannya.

Dan telah kujelaskan sember semua hadits dari para imam yang me-riwayatkannya dengan tujuan menasehai umat, Adapun yang dimaksud dengan imam yang tujuh, yaitu Ahmad1, al-Bukhori2, Muslim3, Abu Dawud4, at-Tirmidzi5, an-Nasa-i6, dan Ibnu Majah7. Yang dimaksud dengan imam yang enam, yaitu para imam selain Ahmad. Juga yang dimaksud dengan imam yang lima, yaitu para imam selain al-Bukhori dan Muslim. Kadang-kadang aku juga mengatakan, “Imam yang empat dan Ahmad.” Maksud dari imam yang empat adalah para imam selain tiga imam yang pertama (Ahmad, al-Bukhori, dan Muslim). Adapun maksud dari imam yang tiga, yaitu para imam selain (tiga yang pertama dan ‘pent) selain yang imam yang terakhir (Ibnu Majah pent). Maksud dari Muttafaq ‘alaihi, yaitu (riwayat) al-Bukhori dan Muslim. Dan terkadang pula aku tidak menyebutkan be-serta keduanya (al-Bukhori dan Muslim) selain keduanya. Dan apa yang selain itu, mapa hal tersebut telah dijelaskan.

Aku menamakan kitab ini, “Buluughul Maroom min Adillatil Ahkaam.” Aku memohon kepada Alloh agar tidak menjadikan apa yang kita ketahui itu akan mendebat kita dan sebagai kelusuhan. Dan agar Alloh memberikan kita amal yang diridhoi-Nya Subhanahu wa Ta ‘ala.


1. Lahir pada tahun 164 H dan wafat tahun 241 H di Baghdad.
2. Namanya adalah Muhammad hin Ismail, dilahirkan pada tahun 194 H dan wafat tahun 256 H di Samarqond.
3. Lahir pada tahun 204 H dan wafat 261 H di Naisabur.
4. Namanva Sulaiman bin al ‘Asvab as-Sijistani. Lahir pada tahun 202 H dan wafat tahun 275 H di Bashroh.
5. Namanya Ahmad bin Syu’aib. Lahir pada tahun 215 H dan wafat tahun 303 H.
6. Namanya Muhammad bin Isa. Wafat tahun 276 H di Turmudz.
7. Namanva Muhammad bin Yazid al-Qpzwaini. Lahir pada tahun 207 H dan wafat tahun 275 H.

sumber : file *.chm oleh Dani Hidayat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: