Al-Hadits

Memahami Hadits Nabi Sesuai Pemahaman Salafush-Shalih

Takhrij Hadits : “Ya Allah, jadikanlah Mu’awiyah pembawa petunjuk yang memberikan petunjuk”.

pada 12 Oktober 2012

Oleh : Abul-Jauzaa

Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

اللهم اجْعَلْه هادياً مَهْدياً، واهْدِ به

“Ya Allah, jadikanlah Mu’awiyah pembawa petunjuk yang memberikan petunjuk. Berikanlah petunjuk padanya dan petunjuk (bagi umat) dengan keberadaannya”.

TAKHRIJ HADITS :

Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dalam At-Taariikh (5/240)[1], At-Tirmidziy (no. 3842)[2], Ibnu Sa’d (7/418)[3], Ibnu Abi ‘Aashim dalam Al-Aahaadul-Matsaaniy (2/358 no. 1129)[4], Al-Baghawiy dalam Mu’jamush-Shahaabah (4/491)[5], At-Tarqufiy dalam Juz-nya (45/أ), Ath-Thabaraniy dalam Musnad Asy-Syaamiyyiin (1/190-191 no. 334)[6], Al-Aajurriy dalam Asy-Syarii’ah (3/498-500 no. 1974-1976)[7], Abu Nu’aim dalam Ash-Shahaabah (4/1836 no. 4634)[8], Al-Khathiib dalam Taariikh-nya (1/207)[9] dan Talkhiishul-Mutasyaabih (1/406) dan Taaliy Talkhiishil-Mutasyaabih (2/539), Al-Jurqaaniy dalam Al-Abaathil (hal. 105-106 no. 182)[10], Ibnu ‘Asaakir (6/62, 59/81-82)[11], Ibnul-Jauziy dalam Al-‘Ilal Al-Mutanaahiyyah (1/275 no. 442)[12], Ibnul-Atsiir dalam Usudul-Ghaabah (3/313)[13], serta Adz-Dzahabiy dalam As-Siyar (3/125, 8/37)[14] dari jalan Abu Mus-hir[15].

Diriwayatkan juga oleh Al-Bukhariy dalam At-Taariikh (7/327)[16], Ibnu Abi ‘Aashim (2/358)[17], Al-Baghawiy (4/490)[18], Abusy-Syaikh dalam Thabaqaatul-Muhadditsiin bi-Ashbahaan (2/343), Abu Nu’aim dalam Akhbaaru Ashbahaan (1/180)[19], Ibnu ‘Asaakir (59/80-81)[20], dan Al-Mizziy dalam Tahdziibul-Kamaal (17/321-322)[21] dari jalan Marwaan bin Muhammad Ath-Thaathariy[22].

Diriwayatkan juga oleh Ibnu Qaani’ dalam Mu’jamush-Shahaabah (2/146)[23], Al-Khallaal dalam As-Sunnah (2/450 no. 697)[24], dan Ibnu ‘Asaakir (59/82-83)[25] dari jalan ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid[26] (di dalamnya ada kisah).

Diriwayatkan pula oleh Ibnu ‘Asaakir (59/83)[27] dari jalan Muhammad bin Sulaimaan Al-Harraaniy[28].

Keempatnya (Abu Mus-hir, Marwaan bin Muhammad Ath-Thaathariy, ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid, dan Muhammad bin Sulaimaan Al-Harraaniy) dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz[29], dari Rabii’ah bin Yaziid[30], dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah, ia berkata : Aku mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyebutkankan Mu’awiyyah dan berkata :

اللهم اجْعَلْه هادياً مَهْدياً، واهْدِ به

“Ya Allah, jadikanlah Mu’awiyah pembawa petunjuk yang memberikan petunjuk. Berikanlah petunjuk padanya dan petunjuk (bagi umat) dengan keberadaannya”.

Setiap thabaqah sanad secara jelas menyebutkan penyimakannya. Sanad hadits tersebut shahih, rijalnya tsiqat atsbaat. Sanad hadits ini sampai pada ‘Abdurrahman (bin Abi ‘Amiirah) sesuai dengan persyaratan Muslim, dimana ia (Muslim) berhujjah dengan riwayat Abu Mus-hir, dari Sa’iid, dari Rabii’ah.

Diriwayatkan pula melalui jalan Al-Waliid bin Muslim, dari Sa’iid; dengan dua jalur :

a. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/216)[31] dan dari jalannya Ibnu ‘Asaakir (59/83)[32], dari ‘Aliy bin Bahr : Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid bin Muslim : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid – sebagaimana diriwayatkan jama’ah di atas.

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asaakir (6/61-62)[33] dari jalan Muhammad bin Jariir Ath-Thabariy : Telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin Al-Waliid : Telah mengkhabarkan kepada kami Hisyaam bin ‘Ammaar dan Shafwaan bin Shaalih, mereka berdua berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Waliid bin Muslim : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid – sebagaimana riwayat jama’ah.

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asaakir (59/81)[34] dari jalan As-Saajiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Shafwaan bin Shaalih : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Waliid bin Muslim dan Marwaan bin Muhammad – selanjutnya sebagaimana sanad di atas.

b. Diriwayatkan oleh Al-Khallaal dalam As-Sunnah (2/451-452 no. 699)[35], Ibnu Qaani’ (2/146)[36], Ath-Thabaraniy dalam Al-Ausath (no. 656)[37], Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (8/358)[38], dan Al-Ashbahaaniy dalam Al-Hujjah (2/377-378)[39] dari jalan Zaid bin Abiz-Zarqaa’ (ح).

Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam Musnad Asy-Syaamiyyiin (1/181, 3/254)[40] dan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (8/358)[41] – dari jalan keduanya (Ath-Thabaraniy dan Abu Nu’aim) Ibnu ‘Asaakir (59/83)[42] dan Adz-Dzahabiy dalam As-Siyar (8/37-38)[43] meriwayatkan dari jalan ‘Aliy bin Sahl.

Keduanya (Zaid bin Abi Zarqaa’ dan ‘Aliy bin Sahl) dari Al-Waliid bin Muslim,Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah[44], dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah.

Dua sanad Al-Waliid bin Muslim di atas adalah shahih dan mahfudh, karena para perawinya adalah tsiqah lagi dlabth. Masyhur dalam kitab-kitab haditsbahwa Sa’iid mempunyai jalur periwayatan dari Yunus bin Maisarah (selain dari hadits ini). Anggapan adanya idlthirab pada riwayat Al-Waliid bin Muslim di atas – yang dikatakan berasal dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz – adalah tidak benar sebagaimana akan datang penjelasannya tidak lama lagi.[45]

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asaakir (59/80) dari jalan Muhammad bin Mushaffaa : Telah mengkhabarkan kepada kami Marwaan bin Muhammad : Telah menceritakan kepadaku : Sa’iid bin ‘Abdul-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari Abu Idriis, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah secara marfu’.[46]

Sanad hadits ini munkar, karena adanya tambahan Abu Idriis antara Rabii’ah bin Yaziid dan ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah. Kekeliruan ini berasal dari Muhammad bin Mushaffaa. Ia, walaupun seorang yang jujur, tapi mempunyai kekeliruan dan riwayat-riwayat yang diingkari.[47] Oleh karena itu, Ibnu ‘Asaakir menolak tambahan sanad ini dengan berkata :

كذا رُوي عن محمد بن المصفى عن مروان، ورواه سلمة بن شبيب، وعيسى بن هلال البلخي، وأبوالأزهر، وصفوان بن صالح؛ عن مروان، ولم يذكروا أبا إدريس في إسناده، وكذلك رواه أبومسهر، وعمر بن عبد الواحد، ومحمد بن سليمان الحراني، والوليد بن مسلم؛ عن سعيد

“Begitulah yang diriwayatkan dari Muhammad bin Mushaffaa, dari Marwaan. Padahal riwayat Salamah bin Syabiib, ‘Isa bin Hilaal Al-Balkhiy, Abul-Azhar, dan Shafwaan bin Shaalih dari Marwaan sama sekali tidak menyebutkan Abu Idris dalam sanadnya. Begitu pula yang diriwayatkan oleh Abu Mus-hir, ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid, Muhammad bin Sulaiman Al-Harraaniy, dan Al-Waliid bin Muslim dari Sa’iid”.

Perselisihan yang lain :

Selain riwayat di atas, Ibnu ‘Asaakir juga menyebutkan riwayat lain dari jalan yang ghariib, dimana ia berkata (59/84) : “Telah diriwayatkan oleh Al-Muhallab bin ‘Utsmaan, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari ‘Abdurrahman secara mursal, tanpa menyebut Yunus ataupun Rabii’ah. Sanad ini keliru”.

Apa yang dikatakan oleh Ibnu ‘Asaakir adalah benar. Sanad riwayat tersebut tidak shahih, karena Al-Muhallab ini seorang pendusta [Lisaanul-Miizaan, 8/182 no. 7967].

Diriwayatkan oleh Al-Baghawiy dalam Mu’jamush-Shahaabah (5/367)[48], Ibnu Baththah dalam Al-Ibaanah, Ibnu ‘Asaakir (59/85-86)[49], dan Ibnul-Jauziy dalam Al-‘Ilal Al-Mutanaahiyyah (1/275)[50] dari jalan Al-Waliid bin Sulaiman, dari ‘Umar bin Al-Khaththaab, secara marfu’.

Ibnu ‘Asaakir berkata : Al-Waliid bin Sulaiman tidak berjumpa dengan ‘Umar”. Adz-Dzahabiy berkata dalam As-Siyar (3/126) : “Sanad hadits ini munqathi’”. Ibnu Katsiir berkata : “Sanad hadits ini munqathi’, namun dikuatkan oleh hadits sebelumnya” (At-Taariikh, 11/409).

Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam Musnad Asy-Syaamiyyiin (3/254)[51], dan dari jalannya Ibnu ‘Asaakir (59/84)[52] – dari hadits Musa bin Muhammad Al-Balqaawiy : Telah menceritakan kepada kami Khaalid bin Yaziid bin Shubaih Al-Murriy, dari Yunus bin Maisarah, dari ‘Abdurrahman bin (Abi) ‘Amiirah.

Sanad hadits ini sangat lemah, karena Musa Al-Balqaawiy. Ia seorang yang matruk, dituduh melakukan kedustaan.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dalam At-Taariikh (7/328)[53], At-Tirmidziy (no. 3843)[54], dan Ar-Raafi’iy dalam At-Tadwiin (3/455) dari hadits ‘Amr bin Waaqid, dari Yunus bin Maisarah bin Halbas, dari Abu Idris Al-Khaulaaniy, dari ‘Umair bin Sa’d secara marfu.

At-Tirmidzi berkata : “Hadits ghariib, dan ‘Amr bin Waqiid dilemahkan (oleh ulama)”.

Bahkan ia seorang yang matruk !! – sehingga sanad hadits tersebut sangat lemah (lihat At-Taqriib hal. 748 no. 5167).

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asaakir (59/84-85)[55] dari dua jalan yang di dalamnya ada ‘Amr bin Waaqid juga, sehingga tidak dipakai.

Diriwayatkan juga dari hadits Waatsilah oleh As-Suqthiy dalam Al-Fadlaail (19), Ibnu ‘Asaakir (59/74), dan Ibnul-Jauziy dalam Al-Maudluu’aat (2/19), serta hadits Abu Hurairah oleh As-Suqthiy (22) dan Ibnu ‘Asaakir (59/88) dengan makna yang dapat menjadi syaahid. Namun sayang kedua sanadnya rusak, dan padanya tambahan yang munkar..

PERKATAAN ULAMA

Menshahihkannya

At-Tirmidziy berkata setelah membawakan riwayat yang mahfudh : “Hadits hasan ghariib”.

Al-Jurqaaniy berkata : “Hadits ini hasan”.

Adz-Dzahabiy berkata dalam Talkhiish Al-‘Ilal Al-Mutanaahiyyah (no. 225) setelah menjelaskan kekeliruan Ibnul-Jauziy dalam mencacat hadits tersebut : “Sanad hadits ini kuat (hadza sanadun qawiyyun)”.

Ibnu Hajar Al-Haitamiy berkata dalam Ash-Shawaa’iqul-Muhriqah (2/626) : “Hadits ini hasan”.

Al-Aaluusiy berkata dalam Shabbul-‘Adzaab (hal. 427) : “Hadits ini mempunyai syawaahid yang banyak yang menjadikannya shahih”.

Dan lain-lain.

Melemahkannya

Ibnu ‘Abdil-Barr berkata dalam Al-Isti’aab (6/67) : “Di antara mereka ada yang me-mauquf-kan haditsnya ini dan tidak me-marfu’­-kannya. Dan tidak sah riwayat marfu’ menurut mereka…”. Kemudian ia berkata mengenai ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah : “Tidak benar status pershahabatannya, dan tidak shahih pula hadits-haditsnya”.

Pernyataan Ibnu ‘Abdil-Barr ini dinukil dan disepakati oleh Ibnul-Atsiir dalam Usudul-Ghaabah (3/313).

Ibnul-Jauziy berkata dalam Al-‘Ilal Al-Mutanaahiyyah (1/275) setelah membawakan hadits dari jalan Al-Waliid bin Sulaiman : “Dua hadits ini tidak shahih, dimana berporos pada Muhammad bin Ishaaq bin Harb Al-Lu’lu’iy Al-Balkhiy. Ia bukan seorang yang tsiqah”. Lalu ia menyebutkan secara panjang kelemahan Al-Balkhiy. Kemudian ia membawakan jalan yang lain dari Abu Mus-hir, dan ia mencacatnya dengan sebab Isma’il bin Muhammad. Ad-Daaruquthni telah mendustakannya.

Ibnu Hajar berkata dalam Al-Ishabah (6/309) : “Hadits ini tidak mempunyai cacat, namun yang ada adalah idlthirab (kegoncangan), karena para perawinya adalah tsiqah”.

Sebagian ulama juga mencacat hadits ini dengan alasan berubahnya hapalan Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz.

Abu Haatim mengisyaratkan kemursalan hadits ini [Al-‘Ilal, 6/382].

Pendiskusian

Telah berlalu takhrij hadits tersebut yang diriwayatkan melalui lima orang shahabat, yaitu : ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah, ‘Umar bin Al-Khaththaab, ‘Umair bin Sa’d, Waatsilah, dan Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhum. Tiga hadits terakhir tidak layak dipakai untuk i’tibaar. Sedangkan riwayat ‘Umar bin Al-Khaththaab padanya terdapat inqithaa’ yang kemudian – menurut Ibnu Katsir – dikuatkan oleh hadits ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah.

Memang benar bahwa hadits ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah terdapat beberapa perselisihan. Namun setelah dilakukan tarjih, maka nampaklah jalur yang shahih dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman secara marfu’ – yang merupakan riwayat jama’ah. Juga dari jalan Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah, dari ‘Abdurrahman secara marfu’. Inilah yang shahih,sebagaimana telah dituliskan. Adapun yang lain, maka sanadnya adalah lemah, munkar, atau syadz.

Dakwaan adanya idlthirab adalah dakwaan yang sangat lemah. Idlthiraab hanya dapat dipertimbangkan apabila tarjih tidak dapat dilakukan dan kekuatan masing-masing riwayat adalah sama.[56]

Adapun perkataan Ibnu Abi Haatim dalam Al-‘Ilal (6/381-382 no. 2601) :

قال أبي : روى مروان، وأبو مُسهِر، عن سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن ابن أبي عَمِيرة، عن معاوية؛ قال لي النبي صلى الله عليه وسلم……

“Telah berkata ayahku (Abu Haatim) : ‘Diriwayatkan oleh Marwaan dan Abu Mus-hir, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari Abu ‘Amiirah, dari Mu’awiyyah : Telah berkata kepadaku Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ……….”.

Ini adalah kekeliruan dari Abu Haatim. Abu Haatim saat membawakan perkataan di atas tidak mengatakan berdasarkan sanad yang ia miliki. Tidak ada satupun hadits yang berasal dari Marwaan ataupun Abu Mus-hir menyebutkan Mu’awiyyah dalam sanadnya sampai kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Begitu juga Al-Waliid dan yang lainnya. Yang benar, sanad hadits ini adalah dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah secara marfu’, sebagaimana telah berlalu penyebutannya. Harap diperhatikan !!

Tentang dakwaan Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz bahwa ia telah berubah hapalannya (secara mutlak – sehingga harus ditolak periwayatannya), maka ini merupakan pencacatan yang berlebihan. Tidak ada satupun ulama mutaqaddimiin yang mendakwa Sa’iid telah bercampur hapalannya (ikhtilaath)secara asal. Ia termasuk orang Syaam yang paling teguh/tsabt (atsbatusy-Syaamiyyiin) dan yang paling shahih haditsnya – sebagaimana dikatakan oleh Ahmad bin Hanbal dan yang lainnya. Bahkan beliau (Ahmad) menyamakannya dengan Al-Auza’iy. Bahkan Abu Mus-hir mendahulukan Sa’iid daripada Al-Auza’iy.

Perkataan bahwa Sa’id telah berubah/tercampur hapalannya sebelum wafatnya adalah berasal dari Abu Mus-hir yang notabene merupakan muridnya [lihat Tahdziibut-Tahdziib 4/60. Lihat juga Taariikh Ibnu Ma’iin – riwayat Ad-Duuriy no. 5377]. Padahal hadits keutamaan Mu’awiyyah di sini dibawakan oleh Abu Mus-hir – dan ia merupakan riwayat jam’ah (bersama Abu Mus-hir, Marwaan bin Muhammad Ath-Thaathariy, ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid, Muhammad bin Sulaimaan Al-Harraaniy, dan Al-Waliid bin Muslim) !!!. Lantas, bagaimana bisa dikatakan bahwa Abu Mus-hir mengambil riwayat Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz setelah tercampur/berubah hapalannya ?! padahal Abu Mus-hir telah mengunggulkan riwayat Sa’’id daripada Al-Auza’iy……

Muslim dalam Shahih-nyatelah menggunakan riwayat Abu Mus-hir, Al-Waliid bin Muslim, dan Marwaan bin Muhammad dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz. Tentu saja mereka semua mengambil riwayat Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz sebelum tercampur hapalannya di akhir hayatnya.

Dan Al-Waliid bin Muslim di sini mempunyai dua jalan periwayatan Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz sampai pada ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah yang shahih, yaitu melalui perantaraan Rabii’ah bin Yaziid dan Yunus bin Maisarah.

Oleh karena itu, ta’lil (pencacatan) mereka atas diri Sa’iid dalam hadits ini sangat tidak bisa diterima.

Adapun perkataan Ibnu ‘Abdil-Barr yang kemudian diikuti oleh Ibnul-Atsiir dengan mempermasalahkan status pershahabatannya ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah adalah hal yang sangat mengherankan !! Pertama, pada sebagian riwayat disebutkan ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah telah menggunakan lafadh yang jelas (tashrih) penyimakan riwayat dari Nabi shallllaahu ‘alaihi wa sallam seperti sanad Ath-Thabaraniy dalam Musnad Asy-Syaamiyyiin (1/190-191 no. 334):

حدثنا أبو زرعة، ثنا أبو مُسهر، ثنا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة ابن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني، قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لمعاوية

“Telah menceritakan kepada kami Abu Zur’ah : Telah menceritakan kepada kami Abu Mus-hir : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy, ia berkata : “Aku telah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Mu’awiyyah”.

Tentu saja, orang yang telah melihat, mendengar, dan meriwayatkan hadits dari beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah dari kalangan shahabat.

Kedua, perawi yang membawakan riwayat (yaitu Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz) telah menegaskan bahwa ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah adalah shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Misalnya sanad Al-Khathiib dalam Taariikh-nya (1/207) :

أخبرنا الحسين بن عمر بن بزهان الغزال قال أنبأنا إسماعيل بن محمد الصفار قال نبأنا عباس بن عبد الله الترقفي قال نبأنا أبو مسهر قال نبأنا سعيد بن عبد العزيز عن ربيعة بن يزيد عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني قال سعيد وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال في معاوية

“Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Husain bin ‘Umar bin Bazhaan Al-Ghazzaaliy, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami Isma’il bin Muhammad Ash-Shaffaar, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami ‘Abbaas bin ‘Abdillah At-Tarqufiy, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami Abu Mus-hir, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy – Sa’iid berkata : ‘Ia termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – , dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Bahwasannya beliau bersabda tentang diri Mu’awiyyah”.

Perawi lebih mengetahui tentang apa yang diriwayatkannya dibanding selainnya. Dan kami tidak memandang dalam hal ini Ibnu ‘Abdil-Barr – yang diikuti oleh Ibnul-Atsiir – lebih mengetahui tentang diri ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah dibanding Sa’iid. Apalagi beliau tidak mempunyai pendahulu dan telah menyelisihi jumhur ahli hadits yang menegaskan ‘Abdurrahman termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.[57]

Dua alasan di atas sekaligus menjawab syubhat adanya inqitha’ bahwa ‘Abdurrahman tidak mendengar riwayat/hadits ini dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.[58]

Kalaupun kita terima alasan mereka bahwa ‘Abdurrahman tidak mendengar hadits ini dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – setelah tetapnya pershahabatnya dengan beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam – maka mursal shahabiy adalah hujjah menurut muhadditsiin.

Para ulama berselisih pendapat tentang nama ‘Abdurrahman dan penisbatannya. Ada yang mengatakan Ibnu ‘Amiirah[59], Ibnu ‘Amiir[60], dan Ibnu Abi ‘Amiirah. Yang benar adalah yang terakhir (Ibnu Abi ‘Amiirah) dimana ini merupakan pendapat jumhur ulama membawakan riwayat bahwa ia adalah Ibnu Abi ‘Amiirah, dengan fat-hah pada huruf ‘ain dan kasrah pada huruf miim, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Maakulaa dalam Al-Ikmaal (6/276, 279). Ibnu ‘Asaakir telah berpanjang lebar dalam menjelaskan biografinya dalam Taariikh Dimasyq (35/231-dst.). Abu Haatim menegaskan kebenaran nama ini dalam Al-‘Ilal (6/382). Tentang penisbatannya, ada yang mengatakan Al-Murriy[61], Al-Azdiy[62], dan Al-Muzanniy. Yang benar adalah nisbah ketiga yang merupakan pendapat jumhur dalam sebagian besar riwayat. [63] Perbedaan nama ‘Abdurrahman dan penisbatannya ini tidaklah mempengaruhi keshahihan hadits, karena yang ditunjukkan oleh nama-nama tersebut tertuju satu orang yang sama, sebagaimana dalam kitab-kitab biografi. Selain itu, perbedaan tersebut tetap dapat di-tarjih berdasarkan riwayat mayoritas dari jalur yang shahih, sebagaimana terlihat.[64]

Adapun ta’lil Ibnul-Jauziy yang mengatakan bahwa hadits di atas berporos pada Muhammad bin Ishaaq, dan ia adalah Ibnu Harb Al-Balkhiy, bukan seorang yang tsiqah – maka ini adalah kekeliruan dan kealpaan beliau yang sangat jelas. Muhammad bin Ishaaq di sini adalah Ash-Shaaghaaniy, seorang yang tsiqah sebagaimana dijelaskan oleh Adz-Dzahabiy Talkhiish Al-‘Ilal Al-Mutanaahiyyah (225). Kesalahan ini serupa dengan penyandaran pelemahan riwayat dikarenakan perawi yang bernama Isma’il bin Muhammad. Beliau katakan bahwa ia adalah perawi yang telah didustakan Ad-Daaruquthniy. Lagi-lagi ini keliru, sebab Isma’il di sini adalah Ash-Shaffaar, seorang yang tsiqah; sedangkan yang didustakan oleh Ad-Daaruquthniy adalah Al-Muzanniy yang meriwayatkan dari Abu Nu’aim.

Terakhir, kami ingin ingatkan kepada Pembaca semua tentang nukilan sebagian ulama/pihak yang dinisbatkan kepada Ishaq bin Rahawaih rahimahullah sebagaimana diriwayatkan dalam Al-Fawaaidul-Majmuu’ah oleh Asy-Syaukaniy (hal. 362) :

وقال الحاكم: سمعت أبا العباس مُحمَّد بن يعقوب بن يوسف يقول: سمعت إسحاق بن إبراهيم الحنظلي يقول: لا يصح في فضل معاوية حديث

“Telah berkata Al-Haakim : Aku mendengar Abul-‘Abbaas Muhammad bin Ya’quub bin Yuusf berkata : Aku mendengar Ishaq bin Ibrahim Al-Handhaliy (Ishaq bin Rahawaih) berkata : ‘Tidak shahih hadits tentang keutamaan Mu’awiyyah”.

Sanad riwayat ini munqathi’, sebab Abul-‘Abbaas Muhammad bin Ya’quub (lahir tahun 247 H) tidak pernah mendengar dari Ishaq bin Rahawaih (wafat tahun 238 H).

Namun Adz-Dzahabiy membawakannya dengan penukilan sebagai berikut :

الاصم: حدثنا أبي، سمعت ابن راهويه يقول: لا يصح عن النبي صلى الله عليه وسلم في فضل معاوية شئ

“Al-Asham (Abul-‘Abbaas Muhammad bin Ya’quub) : Telah menceritakan kepada kami ayahku : Aku mendengar Ishaq bin Rahawaih berkata : “Tidak shahih dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam hadits tentang keutamaan Mu’awiyyah sedikitpun” [As-Siyar, 3/132].

Riwayat ini pun lemah, karena Ya’quub bin Yuusuf bin Ma’qil Abul-Fadhl An-Naisaburiy – ayah dari Al-Asham – adalah seorang perawi yang tidak mendapatkan tautsiq oleh satu imam pun.

Kalaupun misalnya ditaqdirkan perkataan Ibnu Rahawaih ini shahih, maka ini pun tidak bisa menolak keberadaan hadits yang menjelaskan keutamaan Mu’awiyyah sebagaiamana di atas. Ada kemungkinan bahwa yang sampai kepada beliau ada jalur yang lemah sehingga beliau mendla’ifkannya. Wallaahu a’lam.

Kesimpulan : Hadits tentang keutamaan Mu’awiyyah bin Abi Sufyaan radliyallaahu ‘anhu ini adalah shahih tanpa ada keraguan sedikitpun.

[Ditulis oleh Abul-Jauzaa’ – 6 Ramadlan 1430 H di Perumahan Ciomas Permai, Bogor].

 


[1] Sanad :

قال أبو مسهر حدثنا سعيد بن عبد العزيز عن ربيعة بن يزيد عن بن أبي عميرة قال النبي صلى الله عليه وسلم لمعاوية :

Telah berkata Abu Mus-hir : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari Ibni Abi ‘Amiirah, ia berkata : Telah bersabda (berdoa) Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk Mu’awiyyah.

[2] Sanad :

حدثنا محمد بن يحيى حدثنا أبو مسهر عبد الأعلى بن مسهر عن سعيد بن عبد العزيز عن ربيعة بن يزيد عن عبد الرحمن بن أبي عميرة وكان من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم عن النبي صلى الله عليه وسلم :

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya : Telah menceritakan kepada kami Abu Mus-hir ‘Abdul-A’laa bin Mus-hir, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah – dan ia termasuk shahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam – , dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

[3] Sanad :

قال وحدث أبو مسهر عن سعيد بن عبد العزيز عن ربيعة بن يزيد عن عبد الرحمن بن أبي عميرة وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال في معاوية :

Abu Mus-hir telah menceritakan dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah – dan ia termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam -, bahwasannya beliau pernah bersabda tentang Mu’awiyyah.

[4] Sanad :

حدثنا محمد بن عوف نا مروان بن محمد وأبو مسهر قالا : نا سعيد بن عبد العزيز عن ربيعة بن يزيد عن عبد الرحمن بن أبي عميرة قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في معاوية :

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Auf : Telah mengkhabarkan kepada kami Marwaan bin Muhammad dan Abu Mus-hir, mereka berdua berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda tentang Mu’awiyyah.

[5] Sanad :

فقال ابن عسكر : نا أبو مسهر، عن سعيد بن عبد العزيز عن ربيعة بن يزيد قال : سمعت عبد الرحمن بن أبي عميرة : أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لمعاوية :

Ibnu ‘Asaakir berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Mus-hir, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, ia berkata : Aku mendengar ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (berdoa) untuk Mu’awiyyah.

[6] Sanad :

حدثنا أبو زرعة، ثنا أبو مُسهر، ثنا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة ابن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني، قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لمعاوية

Telah menceritakan kepada kami Abu Zur’ah : Telah menceritakan kepada kami Abu Mus-hir : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (berdoa) untuk Mu’awiyyah.

[7] Sanad :

وأنبأنا أبو محمد عبد الله بن محمد بن ناجية، قال : حدثنا أحمد بن إبراهيم الدورقي، قال : حدثنا يحيى بن معين، قال : حدثنا أبو مسهر.

قال : ابن ناجية. وحدثنا محمد بن رزق الله الكلوذاني، قال : حدثنا أبو مسهر، عن سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم، أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يدعو لمعاوية رحمه الله :

Telah memberitakan kepada kami Abu Muhammad ‘Abdullah bin Muhammad bin Naajiyyah, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Ibrahim Ad-Durqiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ma’iin, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Mus-hir.

Telah berkata Ibnu Naajiyyah : Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rizqullah Al-Kaluudzaaniy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Mus-hir, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah – dan ia termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – : Bahwasannya ia pernah mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berdoa untuk Mu’awiyyah rahimahullah.

Sanad :

حدثنا أبو القاسم عبد الله بن محمد البغوي، قال : حدثنا محمد بن إسحاق، قال : أخبرنا يحيى بن معين، قال : حدثنا أبو مسهر، قال : أخبرني سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم، قال : سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يدعو لمعاوية رحمه الله فقال :

Telah menceritakan kepada kami Abul-Qaasim ‘Abdullah bin Muhammad Al-Baghawiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaaq, ia berkata : Telah menkhabarkan kepada kami Yahya bin Ma’iin, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Mus-hir, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepadaku Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah – dn ia termasuk shhaabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – , ia berkata : Aku mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berdoa untuk Mu’awiyyah.

Sanad :

وحدثنا أبو بكر عبد الله بن محمد بن عبد الحميد الواسطي، قال : حدثنا العباس بن عبد الله الترقفي، قال : حدثنا أبو مسهر وذكر مثل الحديثين قبله.

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdil-Hamiid Al-Waasithiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Al-‘Abbaas bin ‘Abdillah At-Tarqufiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Mus-hir – lalu ia menyebutkan seperti dua hadits sebelumnya.

[8] Sanad :

قال : ثنا سليمان بن أحمد، ثنا أبو زرعة الدمشقي. ثنا أبو مسهر

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Ahmad : Telah menceritakan kepada kami Abu Zur’ah Ad-Dimasyqiy : Telah menceritakan kepada kami Abu Mus-hir.

[9] Sanad :

أخبرنا الحسين بن عمر بن بزهان الغزال قال أنبأنا إسماعيل بن محمد الصفار قال نبأنا عباس بن عبد الله الترقفي قال نبأنا أبو مسهر قال نبأنا سعيد بن عبد العزيز عن ربيعة بن يزيد عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني قال سعيد وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال في معاوية :

Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Husain bin ‘Umar bin Bazhaan Al-Ghazzaal, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami Isma’il bin Muhammad Ash-Shaffaar, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami ‘Abbaas bin ‘Abdillah At-Tarqufiy, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami Abu Mus-hir, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy – Sa’iid berkata : ‘Abdurrahman termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – , dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Bahwasannya beliau bersabda tentang Mu’awiyyah.

[10] Sanad :

أخبرنا أحمد بن نصر بن أحمد قال : أخبرنا يوسف بن محمد بن يوسف، قال : حدثنا عبيد الله بن محمد بن أحمد بن أبي مسلم الفرضي، قال حدثنا إسماعيل بن محمد بن أسماعيل الصفار، قال : حدثنا عباس بن عبد الله الترقفي، أخبرنا أبو مسهر، قال : حدثنا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني، قال سعيد – كان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم – عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال في معاوية :

Telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin Nashr bin Ahmad, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Yusuf bin Muhammad bin Yusuf, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Muhammad bin Ahmad bin Abi Muslim Al-Faradliy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Muhammad bin Isma’il Ash-Shaffaar, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ‘Abbaas bin ‘Abdillah At-Tarqufiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Mus-hir, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy – Sa’iid berkata : Ia (‘Abdurrahman) termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – , dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Bahwasannya beliau pernah bersabda tentang Mu’awiyyah.

[11] Sanad :

أخبرناه أعلى من هذا بدرجتين : أبو القاسم بن السمرقندي، أنا أبو الحُسين بن النقور، أنا عيسى بن علي، أنا عبد الله بن محمد، حدثني محمد بن سهل بن عَسكر، نا أبو مسهر، عن سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، قال : سمعت عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني يقول : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في معاوية :

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Qaasim bin As-Samarqandiy sanad yang lebih tinggi dua derajat dari hadts ini : Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Husain bin An-Naquur : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Isa bin ‘Aliy : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Muhammad : Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Sahl bin ‘Askar : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Mus-hir, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, ia berkata : Aku mendengar ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy berkata : Aku telah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Mu’awiyyah.

Sanad :

فأخبرناه أبو علي الحداد – في كتابه – وحدثنا أبو مسعود المعدّل عنه، أنا أبو نُعيم أحمد بن عبد الله، أنا سليمان بن أحمد، نا أبو زرعة، نا أبو مسهر، نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لمعاوية :

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu ‘Aliy Al-Haddaad – dalam kitabnya – , dan telah menceritakan kepada kami Abu Mas’uud Al-Mu’addal darinya : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Nu’aim Ahmad bin ‘Abdillah : Telah mengkhabarkan kepada kami Sulaiman bin Ahmad : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Zur’ah : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Mus-hir : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amirah Al-Mzanniy, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallalaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (berdoa) untuk Mu’awiyyah.

Sanad :

وأخبرناه أبو الفتح يوسف بن عبد الواحد، أنا شجاع بن علي، أنا أبو عبد الله بن مندة، أنا إسماعيل بن محمد الصفار، نا العباس التَّرْقُفي.

قال : وأنا أحمد بن سليمان، نا أبو زرعة عبد الرحمن بن عمرو.

قالا : نا أبو مسهر، نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة، وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم – عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه ذكر معاوية فقال :

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Fat-h Yusuf bin ‘Abdil-Waahid : Telah mengkhabarkan kepada kami Syujaa’ bin ‘Aliy : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu ‘Abdillah bin Mandah : Telah mengkhabarkan kepada kami Isma’il bin Muhammad bin Ash-Shaffaar : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-‘Abbaas At-Tarqufiy.

Telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin Sulaiman : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Zur’ah ‘Abdurrahman in ‘Amr.

Mereka berdua (Al-‘Abbaas At-Tarqufiy dan Abu Zur’ah) berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Mus-hir : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah – dan ia termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – , dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Bahwasannya beliau menyebutkan Mu’awiyyah lalu bersabda.

Sanad :

وأخبرنا أبو الحسن بن قبيس، نا – وأبو منصور بن خيرون، أنا – أبو بكر الخطيب، أنا الحُسين بن عمر بن برهان الغزال، أنا إسماعيل بن محمد الصفار، نا عباس بن عبد الله التَّرْقُفي، نا أبو مسهر، نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني – قال سعيد، وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم – عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال في معاوية :

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Hasan bin Qabiis : Telah mengkhabarkan kepada kami – Dan Abu Manshuur bin Khairuun : Telah memberitakan kepada kami – Abu Bakr Al-Khathiib : Telah memberitakan kepada kami Al-Husain bin ‘Umar bin Buhaan Al-Ghazzaal : Telah mengkhabarkan kepada kami Isma’il bin Muhammad Ash-Shaffaar : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abbaas bin ‘Abdillah At-Tarqufiy : telah mengkhabarkan kepada kami Abu Mus-hir : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy – Berkata Sa’iid : Ia termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – , dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya beliau bersabda tentang Mu’awiyyah.

Sanad :

وأخبرناه أبو محمد بن حمزة، نا أبو بكر الخطيب، أنا عبد الله بن عبد الجبار، أنا إسماعيل، نا الترقفي، نا أبو مسهر، نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني – قال سعيد بن عبد العزيز : وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه سلم – عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال في معاية :

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Muhammad bin Hamzah : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Bakr Al-Khathiib : Telah memberitakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Abdil-Jabbaar : Telah memberitakan kepada kami Isma’il : Telah mengkhabarkan kepada kami At-Tarqufiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Mus-hir : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy – Sa’id bin ‘Abdil-‘Aziiz berkata : Ia termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – , dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Bahwasannya beliau bersabda tentang Mu’awiyyah.

Sanad :

وأخبرناه أبو القاسم بن السمرقندي، نا أبو الحُسين بن النَّقور، أنا عيسى بن علي، أنا أبو القاسم البغوي، حدثني محمد بن سهل بن عسكر، نا أبو مسهر، نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد – بإسناده نحوه – …

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Qaasim bin As-Samarqandiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Husain bin An-Naquur : Telah memberitakan kepada kami ‘Isa bin ‘Aliy : Telah memberitakan kepada kami Abul-Qaasim Al-Baghawiy : Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Sahl bin ‘Askar : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Mus-hir : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid – (selanjutnya) dengan sanad seperti sebelumnya – .

[12] Sanad :

قال : نا علي بن عبيد الله قال : أخبرنا علي قال : أنبأنا ابن بطة قال : حدثنا القافلاني وابن مخلد ((قالا)) : [نا] محمد بن إسحاق قال : نا يحيى بن معين قال : نا أبو مسهر قال : أخبرني سعيد بن عبد العزيز، عن ربعة بن يزيد ((عن)) عبد الرحمن بن أبي عميرة قال : سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يدعو لمعاوية فقال :

Telah memberitakan kepada kami ‘Aliy bin ‘Ubaidillah, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Aliy, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami Ibnu Baththah, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Al-Qaafilaaniy dan Ibnu Makhlad, mereka berdua berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Yahya bin Ma’in, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Mushir, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepadaku Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah, ia berkata : Aku mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berdoa untuk Mu’awiyyah dan bersabda.

[13] Sanad :

أخبرنا إبراهيم بن محمد وغير واحد بإسنادهم إلى محمد بن عيسى السلمي، حدثنا محمد بن يحيى، حدثنا أبو مسهر، عن سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة – وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم- عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لمعاوية : ….

Telah mengkhabarkan kepada kami Ibrahim bin Muhammad dan yang lainnya dengan sanad mereka sampai kepada Muhammad bin ‘Isa As-Sulamiy : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya : Telah menceritakan kepada kami Abu Mus-hir, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah – dan ia termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – , dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Bahwasannya beliau bersabda (berdoa) untuk Mu’awiyyah.

[14] Ia menukil sanad :

وقال أبو زرعة النصري، وعباس الترقفي : حدثنا أبو مسهر، حدثنا سعيد نحوه، وفيه: سمعت رسول الله.

وبه حدثنا أبو زرعة، حدثنا أبو مسهر، حدثني سعيد، عن ربيعة بن بزيد، عن عبدالرحمن بن أبي عميرة المزني، سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لمعاوية: ….

Abu Zur’ah An-Nashriy dam ‘Abbaas At-Tarqufiy berkata : Telah menceritakan kepada kami Abu Mus-hir : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid – dengan sanad seperti sebelumnya – : Aku (‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah) telah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (berdoa) untuk Mu’awiyyah.

[15] Ia adalah ‘Abdul-‘A’laa bin Mus-hir Al-Ghassaaniy Ad-Dimasyqiy, seorang yang tsiqah lagi mempunyai keutamaan. Wafat pada tahun 219 H.

[16] Sanad :

وقال لي بن أزهر يعني أبا الأزهر نا مروان بن محمد الدمشقي نا سعيد نا ربيعة بن يزيد سمعت عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني يقول سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول في معاوية بن أبي سفيان : ….

Telah berkata kepadaku Ibnu Azhar, yaitu Abul-Azhar : Telah mengkhabarkan kepada kami Marwaan bin Muhammad Ad-Dimasyqiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid : Telah mengkhabarkan kepada kami Rabii’ah bin Yaziid : Aku mendengar ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy berkata : Aku mendengar Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Mu’awiyyah bin Abi Sufyaan.

[17] Sanad :

حدثنا محمد بن عوف نا مروان بن محمد وأبو مسهر قالا : نا سعيد بن عبد العزيز عن ربيعة بن يزيد عن عبد الرحمن بن أبي عميرة قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في معاوية : ….

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Auf : Telah mengkhabarkan kepada kami Marwaan bin Muhammad dan Abu Mus-hir, mereka berdua berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bun Abi ‘Amiirah, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulllah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (berdoa) tentang Mu’awiyyah.

[18] Sanad :

حدثنا ابن زنجويه، نا سلمة بن شبيب، نا مروان، يعني ابن محمد، نا سعيد يعني ابن [عبد العزيز، عن ربيعة] بن يزيد قال : سمعت عبد الرحمن بن أبي عميرة، أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لمعاوية : …..

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Zanjuwaih : Telah mengkhabarkan kepada kami Salamah bin Syabiib : Telah mengkhabarkan kepada kami Marwaan – yaitu Ibnu Muhammad – : telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid, yaitu Ibnu ‘Abdirrahman, dari Rabii’ah bin Yaziid, ia berkata : Aku mendehgar ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah : Bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (berdoa) untuk Mu’awiyyah.

[19] Sanad :

حدثنا أبو محمد ابن حيان ثنا أحمد بن محمد المدينى البزاز ثنا إبراهيم بن عيسى ثنا مروان ابن محمد ثنا سعيد بن عبد العزيز عن ربيعة بن يزيد عن عبد الرحمن بن أبى عميرة وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يدعو لمعاوية :

Telah menceritakan kepada kami Abu Muhammad bin Hayyaan : Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad Al-Madiiniy Al-Bazzaaz : Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin ‘Isa : Telah menceritakan kepada kami Marwaan bin Muhammad : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah – dan ia termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – : Bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berdoa untuk Mu’awiyyah.

[20] Sanad :

فأخبرناه أبو القاسم بن السمرقندي، أنا أبو الحُسين بن النَّقور، أنا عيسى بن علي، أنا عبد الله بن محمد، حدثني ابن زنجويه، نا سلمة بن شبيب، نا مروان – يعني – ابن محمد، نا سعيد – يعني – ابن عبد العزيز، حدثني ربيعة بن يزيد قال : سمعت عبد الرحمن بن أبي عميرة المُزَني.
ح وأخبرنا أبو القاسم أيضاً، أنا ابن النقور، أنا محمد بن عبد الله الحُسين، نا عبد الله بن سليمان، نا عيسى بن هلال السليحي، نا مروان بن محمد، أنا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني.
قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في معاوية : ……

فأخبرناه أبو القاسم زاهر بن طاهر، أنا أبو نصر عبد الرحمن بن علي بن محمد بن موسى، أنا أبو زكريا يحيى بن إسماعيل بن يحيى الحربي، أنا أبو حاتم مكي بن عبدان، نا أبو الأزهر، نا مروان بن محمد الطَّاطَري، نا سعيد بن عبد العزيز، حدثني ربيعة بن يزيد قال : سمعت عبد الرحمن بن عميرة يقول : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لمعاوية : …..

فأخبرناه أبو محمد هبة الله بن أحمد الأكفاني، نا عبد العزيز الكتاني، أنا تمام بن محمد، أنا أبو عبد الله بن مروان، نا زكريا بن يحيى، نا صفوان بن صالح، نا الوليد بن مسلم، ومروان بن محمد، قالا : نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، قال : سمعت عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في معاوية بن أبي سفيان : …..

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Qaasim bin As-Samarqandiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Marwaan – yaitu Ibnu Muhammad – : Telah memberitakan kepada kami Abul-Husain bin An-Naquur : Telah memberitakan kepada kami ‘Isa bin ‘Aliy : Telah memberitakan kepada kami ‘Abdullah bin Muhammad : Telah menceritakan kepadaku Ibnu Zanjuwaih : Telah mengkhabarkan kepada kami Salamah bin Syabiib : Telah mengkhabarkan kepada kami Marwan – yaitu Ibnu Muhammad – : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid – yaitu Ibnu ‘Abdil-‘Aziiz – : Telah menceritakan kepadaku Rabii’ah bin Yaziid, ia berkata : Aku mendengar ‘Abdurrahman bin ‘Amiirah Al-Muzanniy.

Jalan lain : Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Qaasim juga : Telah memberitakan kepada kami Ibnun-Naquur : Telah memberitakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdillah Al-Husain : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Sulaiman : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Isa bin Hilaal As-Saliihiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Marwaan bin Muhammad : Telah memberitakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Mu’awiyyah.

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Qaasim Zaahir bin Thaahir : Telah memberitakan kepada kami Abu Nashr ‘Abdurrahman bin ‘Aliy bin Muhammad bin Musa : Telah memberitakan kepada kami Abu Zakariyya Yahya bin Isma’il bin Yahya Al-Harbiy : Telah emmberitakan kepada kami Abu Haatim Makkiy bin ‘Abdaan : Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Azhar : telah mengkhabarkan kepada kami Marwaan bin Muhammad Ath-Thaathariy : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz : Telah menceritakan kepadaku Rabii’ah bin Yaziid, ia berkata : Aku mendengar ‘Abdurrahman bin ‘Amiirah berkata : Aku telah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda (berdoa) untuk Mu’awiyyah.

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Muhammad Hibatullah bin Ahmad Al-Akfaaniy : telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdul-‘Aziiz Al-Kattaniy : Telah memberitakan kepada kami Tammaam bin Muhammad : Telah memberitakan kepada kami Abu ‘Abdillah bin Marwaan : Telah mengkhabarkan kepada kami Zakariyya bin Yahya : telah mengkhabarkan kepada kami Shafwaan bin Shaalih : telah mengkhabarkan kepada kami Al-Waliid bin Muslim dan Marwaan bin Muhammad, mereka berdua berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, ia berkata : Aku mendengar ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Mu’awiyyah bin Abi Sufyaan.

[21] Sanad :

أخبرنا به أبو الفرج بن قُدامة، وأبو الحسن بن البخاري، قالا : أخبرنا أبو اليُمن الكندي، قال : أخبرنا الحُسين بن علي، قال : أخبرنا أبو الحسين بن النَّقور، قال : أخبرنا أبو الحسن ابن أخي ميمي، قال : حدثنا عبد الله بن سليمان، قال : حدثنا عيسى بن هلال السّيلِيحي، قال : حدثنا مروان بن محمد، قال : حدثنا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المُزَنّي، قال : سمعتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول في معاوية : …..

Telah mengkhabarkan kepada kami dengannya Abul-Faraj bin Qudaamah dan Abul-Hasan bin Al-Bukhaariy, mereka berdua berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Yumn Al-Kindiy, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Husain bin ‘Aliy, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Husain bin An-Naquur, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Hasan bin Akhi Miimiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Sulaiman, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ‘Isa bin Hilaal As-Siiliihiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Marwaan bin Muhammad, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Mu’awiyyah.

[22] Ia adalah Marwaan bin Muhammad bin Hassaan Al-Asadiy Ath-Thaathariy Ad-Dimasyqiy. Seorang yang tsiqah. Wafat pada tahun 210 H. Muslim dan Ashaabus-Sunan meriwayat darinya.

[23] Sanad :

حدثنا إسحاق بن إبراهيم الأنماطي : نا محمود بن خالد : نا عمر بن عبد الواحد : نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة، عن النبي : …..

Telah menceritakan kepada kami Ishaaq bin Ibrahim Al-Anmaathiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Mahmuud bin Khaalid : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah, dari Nabi.

[24] Sanad :

أخبرنا يعقوب بن سفيان أبو يوسف الفارسي قال ثنا محمود بن خالد الأزرق قال ثنا عمر بن عبد الواحد قال ثنا سعيد بن عبدالعزير عن ربيعة بن يزيد عن عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لمعاوية

Telah mengkhabarkan kepada kami Ya’quub bin Sufyaan Abu Yusuf Al-Faarisiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Mahmuud bin Khaalid Al-Azruq, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (berdoa) untuk Mu’awiyyah.

[25] Sanad :

فأخبرناه أبو محمد بن الأكفاني، حدثنا أبو محمد الكتاني، نا تمام بن محمد أبو عبد الله بن مروان، نا أبو بكر أحمد بن المعلى، أنا محمود، نا عمر بن عبد الواحد، عن سعيد – يعني – ابن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني، قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لمعاوية : …..

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Muhammad bin Al-Akfaaniy : Telah menceritakan kepada kami Abu Muhammad Al-Kattaaniy : Telah mengkhabarkan kepada kami Tammaam bin Muhammad Abu ‘Abdillah bin Marwaan : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Bakr Ahmad bin Al-Mu’allaa : Telah memberitakan kepada kami Mahmuud : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid, dari sa’iid – yaitu Ibnu ‘Abdil-‘Aziiz – , dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (berdoa) untuk Mu’awiyyah.

[26] Ia adalah ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid bin Qais As-Sulamiy Ad-Dimasyqiy, seorang yang tsiqah. Wafat pada tahun 200 H – ada yang mengatakan setelahnya.

[27] Sanad :

فأخبرناه أبو القاسم زاهر، وأبو بكر وجيه ابنا طاهر بن محمد، وأبو الفتوح عبد الوهاب بن شاه بن أحمد، قالوا : أنا أحمد بن الحسن بن محمد الأزهري، أنا الحسن بن أحمد المخلدي، أنا أبو بكر عبد الله بن محمد بن مسلم الإسفرايني، نا محمد بن غالب الأنطاكي، نا محمد بن سليمان، نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن ابن أبي عميرة المزني – وكان من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم – أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : …..

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Qaasim Zaahir dan Abu Bakr Wajiih – yang keduanya anak dari Thaahir bin Muhammad, serta Abul-Futuuh ‘Abdul-Wahhaab bin Syaah bin Ahmad; mereka bertiga berkata : Telah memberitakan kepada kami Ahmad bin Al-Hasan bin Muhammad Al-Azhariy : Telah memberitakan kepada kami Al-Hasan bin Ahmad Al-Makhladiy : Telah memberitakan kepada kami Abu Bakr ‘Abdullah bin Muhammad bin Muslim Al-Isfiraayiniy : Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Ghaalib Al-Anthaaqiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Sulaiman : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amirah Al-Muzanniy – dan ia termasuk shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – : Bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

[28] Ia adalah Muhammad bin Sulaiman bin Abi Dawud Al-Harraaniy, shaduuq (jujur). Wafat tahun 213 H.

[29] Ia adalah Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz At-Tanuukhiy Ad-Dimasyqiy, seorang yang tsiqah lagi imam. Ahmad menyamakan kedudukannya dengan Al-Auza’iy. Wafat pada tahun 167 H – ada yang mengatakan setelahnya. Al-Bukhari meriwayat haditsnya dalam Al-Adabul-Mufrad, Muslim dalam Shahih-nya, dan Ashhaabus-Sunan.

[30] Ia adalah Rabii’ah bin Yaziid Ad-Dimasyqiy, seorang yang tsiqah dan ‘aabid (ahli ibadah). Wafat pada tahun 121 H. Jama’ah ahli hadits meriwayatkan darinya.

[31] Sanad :

حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا علي بن بحر ثنا الوليد بن مسلم ثنا سعيد بن عبد العزيز عن ربيعة بن يزيد عن عبد الرحمن بن أبي عميرة الأزدي عن النبي صلى الله عليه وسلم : انه ذكر معاوية وقال : …..

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah : telah menceritakan kepadaku ayahku : Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Bahr : Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid bin Muslim : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Azdiy, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Bahwasannya beliau menyebut Mu’awiyyah dan bersabda.

[32] Sanad :

فأخبرناه أبو القاسم بن الحصين، أنا أبو علي بن المذهب، أنا أحمد بن جعفر، نا عبد الله بن أحمد، حدثني أبي نا علي بن بحر، نا الوليد بن مسلم، نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن عبد الرحمن بن عميرة الأزدي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه ذكر معاوية فقال : ……

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Qaasim bin Al-Hushain : Telah memberitakan kepada kami Abu ‘Aliy bin Al-Madzhab : Telah memberitakan kepada kami Ahmad bin Ja’far : telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Ahmad : Telah menceritakan kepadaku ayahku : telah mengkhabarkan kepada kami ‘Aliy bin Bahr : telah mengkhabarkan kepada kami Al-Walid bin Muslim : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari ‘Abdurrahman bin ‘Amiirah Al-Azdiy, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Bahwasannya beliau menyebutkan Mu’awiyyah dan bersabda.

[33] Sanad :

أنبأنا أبو محمد بن الأكفاني – ونقلته من خطه – أنا أبو الفتح عبد الجبار بن عبد الله بن إبراهيم بن بُرزة، نا أبو علي الحسن بن شهاب العكبري – بعكبرا – أنا أبو جعفر بن علي الكاتب، عن محمد بن جرير بن يزيد الطبري، نا أحمد بن الوليد، نا هشام بن عمار وصفوام بن صالح، قالا : نا الوليد بن مسلم، نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، قال : عبد الرحمن بن أبي عميرة المري يقول : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في معاوية : ….

Telah memberitakan kepada kami Abu Muhammad bin Al-Akfaaniy – dan aku menukilnya dari tulisannya – : Telah memberitakan kepada kami Abul-Fat-h ‘Abdul-Jabbaar bin ‘Abdillah bin Ibrahim bin Burzah : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu ‘Aliy Al-Hasan bin Syihaab Al-‘Ukbariy – di ‘Ukbar – : Telah memberitakan kepada kami Abu Ja’far bin ‘Aliy Al-Kaatib, dari Muhammad bin Jariir bin Yaziid Ath-Thabariy : Telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin Al-Waliid : Telah mengkhabarkan kepada kami Hisyaam bin ‘Ammaar dan Shfwaan bin Shaalih, mereka berdua berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Waliid bin Muslim : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, ia berkata : Berkata ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Murriy : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Mu’awiyyah.

Perhatian !!

Penyebutan ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Murriy dalam sanad ini adalah keliru, sebab dalam Al-Mukhtashar disebutkan Al-Muzanniy. Dan inilah yang benar sebagaimana riwayat jumhur.

[34] Sanad :

فأخبرناه أبو محمد هبة الله بن أحمد الأكفاني، نا عبد العزيز الكتاني، أنا تمام بن محمد، أنا أبو عبد الله بن مروان، نا زكريا بن يحيى، نا صفوان بن صالح، نا الوليد بن مسلم، ومروان بن محمد، قالا : نا سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، قال : سمعت عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في معاوية بن أبي سفيان : …..

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Muhammad Hibatullah bin Ahmad Al-Akfaaniy : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdul-‘Aziiz Al-Kattaaniy : Telah memberitakan kepada kami Tammaam bin Muhammad : Telah memberitakan kepada kami Abu ‘Abdillah bin Marwaan : Telah mengkhabarkan kepada kami Zakariyya bin Yahya : telah mengkhabarkan kepada kami Shafwan bin Shaalih : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Walid bin Muslim dan Marwaan bin Muhammad, mereka berdua berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, ia berkata : Aku mendengar ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Mu;awiyyah bin Abi Sufyaan.

[35] Sanad :

وأخبرنا أبو بكر المروذي قال : ثنا أبو الفتح، قال : قال أبو نصر يعني بشر حدثني زيد بن أبي الزرقاء قال : حدثني الوليد بن مسلم قال : سمعت سعيد بن عبد العزيز، عن يونس بن ميسرة بن حلبس عن عبد الرحمن أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم وذكر معاوية فقال : …..

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Bakr Al-Marwadziy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Abul-Fat-h, ia berkata : Telah berkata Abu Nashr, yaitu Bisyr : telah menceritakan kepadaku Zaid bin Abiz-Zarqaa’, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Al-Waliid bin Muslim, ia berkata : Aku mendengar Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah bin Halbas, dari ‘Abdurrahman : Bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dan ia menyebut Mu’awiyyah – lalu beliau bersabda.

[36] Sanad :

حدثنا أحمد بن علي بن مسلم : نا أبو الفتح نصر بن منصور : نا بشر بن الحارث، نا زيد بن أبي الزرقاء : نا الوليد بن مسلم قال : سمعت سعيد بن عبد العزيز يحدث، عن يونس بن ميسرة بن حَلبس، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة الأزدي : أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم – وذكر معاوية – فقال : ….

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Aliy bin Muslim : Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Fat-h Nashr bin Manshuur : Telah mengkhabarkan kepada kami Bisyr bin Al-Haarits : Telah mengkhabarkan kepada kami Zaid bin Abiz-Zarqaa’ : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Waliid bin Muslim, ia berkata : Aku mendengar Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz mengatakan, dari Yunus bin Maisarah bin Halbas, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Azdiy : Bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dan ia menyebut Mu’awiyyah – lalu beliau bersabda.

[37] Sanad :

حدثنا أحمد، قال : نا أبو الفتح نصر بن منصور، عن بشر بن الحارث الحافي، قال : حدثني زيد بن أبي الزرقاء، قال : نا الوليد بن مسلم، عن سعيد بن عبد العزيز، عن يونس بن ميسرة بن حلبس، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة، أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم – وذكر معاوية – ، فقال : ……

Telah menceritakan kepada kami Ahmad, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Fat-h Nashr bin Manshuur, dari Bisyr bin Al-Haarits Al-Haafiy, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Zaid bin Abiz-Zarqaa’, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Waliid bin Muslim, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah : Bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dan ia menyebut Mu’awiyyah – lalu beliau bersabda.

[38] Sanad :

حدثنا سليمان بن أحمد، حدثنا أحمد بن علي الأبار، حدثنا أبو الفتح نصر بن منصور، عن بشر بن الحارث، حدثني زيد بن أبي الزرقاء، حدثنا الوليد بن مسلم، عن سعيد بن عبد العزيز، عن يونس بن ميسرة، عن عبد الرحمن ابن أبي عميرة المزني أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم وذكر معاوية فقال : …..

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Ahmad : Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Aliy Al-Abaar : Telah menceritakan kepada kami Abul-Fat-h Nashr bin Manshuur, dari Bisyr bin Al-Haarits : Telah menceritakan kepadaku Zaid bin Abiz-Zarqaa’ : Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid bin Muslim, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy : Bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dan ia menyebut Mu’awiyyah – lalu beliau bersabda.

[39] Sanad :

أخبرنا أبو المظفر السمعاني، حدثنا هبة الله بن محمد بن زاذان، حدثني عمّي عبد الله بن عمر، حدثنا أحمد بن جعفر بن مسلم، حدثنا أحمد بن علي الآبار، حدثنا أبو الفتح نصر بن منصور، حدثنا بشر بن الحارث، حدثني زيد بن أبي الزرقاء، حدثنا الوليد بن مسلم قال : سمعت سعيد بن عبد العزيز، عن يونس بن ميسرة بن حلبس، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني : أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم وذكر معاوية فقال : ……

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Mudhaffar As-Sam’aniy : Telah menceritakan kepada kami Hibatullah bin Muhammad bin Zaadzaan : Telah menceritakan kepadaku pamanku ‘Abdullah bin ‘Umar : Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Ja’far bin Muslim : Telah menceritakan kepada kami Ahmad bn ‘Aliy bin Aabaar : Telah menceritakan kepada kami Abul-Fat-h Nashr bin Manshuur : Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Al-Haarits : Telah menceritakan kepadaku aid bin Abiz-Zarqaa’ : Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid bin Muslim, ia berkata Aku mendengar Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah bin Halbas, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy : Bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dan ia menyebutkan Mu’awiyyah – lalu beliau bersabda.

[40] Sanad :

حدثنا عبدان بن أحمد، ثنا علي بن سهل الرملي، ثنا الوليد بن مسلم، عن سعيد بن عبد العزيز، عن يونس بن ميسرة بن حلبس، عن عبد الرحمن بن عمير المزني أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم وذكر معاوية فقال : …..

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdaan bin Ahmad : Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Sahl Ar-Ramliy : Telah menceritakan kepada kami Al-Walid bin Muslim, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah bin Halbas, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiir Al-Muzanniy : Bahwasannya ia mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – kemudian ia menyebutkan Mu’awiyyah – lalu beliau bersabda.

حدثنا عبدان بن أحمد، ثنا علي بن سهل الرملي، ثنا الوليد بن مسلم، ثنا سعيد بن عبد العزيز، عن يونس بن ميسرة بن حلبس، عن عبد الرحمن بن عميرة المزني أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم وذكر معاوية فقال : …..

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdaan bin Ahmad : Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Sahl Ar-Ramliy : Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid bin Muslim : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah bin Halbas, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy : Bahwasannya ia mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – kemudian ia menyebutkan Mu’awiyyah – lalu beliau bersabda.

[41] Sanad :

حدثنا سليمان بن أحمد، حدثنا عبدان بن أحمد، حدثنا علي بن سهل، حدثنا أبو الوليد بن مسلم، عن سعيد بن عبد العزيز، عن يونس بن ميسرة بن حليس، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم مثله

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bn Ahmad : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdaan bin Ahmad : Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Sahl : Telah menceritakan kepada kami Abul-Waliid bin Muslim, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah bin Halbas, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy : Bahwasannya ia mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam seperti riwayat sebelumnya.

Perhatian !!

Penulisan Abul-Waliid bin Muslim oleh Abu Nu’aim di atas adalah keliru. Yang benar adalah Al-Waliid bin Muslim – sebagaimana tersebut dalam sanad-sanad yang lainnya. Apalagi Ibnu ‘Asaakir (59/83) telah meriwayatkan dari sanad Abu Nu’aim ini dengan menyebutkan : Al-Waliid bin Muslim.

[42] Sanad :

أخبرناه أبو علي المقريء – في كتابه – وحدثني أبو مسعود عنه، أنا أبو نُعَيم، نا سليمان ابن أحمد، نا عبدان بن أحمد، نا علي بن سهل الرملي، نا الوليد بن مسلم، عن سعيد بن عبد العزيز، عن يونس بن ميسرة بن حلبس، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة المزني أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول – وذكر معاوية – فقال : ….

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu ‘Aliy Al-Muqri’ – dalam kitabnya – dan telah menceritakan kepadaku Abu Mas’ud darinya : Telah memberitakan kepada kami Abu Nu’aim : Telah mengkhabarkan kepada kami Sulaiman bin Ahmad : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdaan bin Ahmad : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Aliy bin Sahl Ar-Ramliy : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Waliid bin Muslim, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah bin Halbas, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy : Bahwasannya ia mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dan ia menyebutkan Mu;awiyyah – lalu bersabda.

[43] Adz-Dzahabiy menukil sanad :

وبه حدثنا عبدان، حدثنا علي بن سهل الرملي، حدثنا الوليد بن مسلم، حدثنا سعيد عن يونس، هو ابن ميسرة، عن عبدالرحمن بن أبي عميرة، أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم، وذكر معاوية، فقال: …….

Dan dengannya : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdaan : Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Sahl Ar-Ramliy : Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid bin Muslim : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid, dari Yunus – ia adalah Ibnu Maisarah – , dari ‘Abdurrahman bn Abi ‘Amiirah : Bahwasannya ia mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dan ia menyebutkan Mu’awiyyah – lalu beliau bersabda.

[44] Ia adalah Abu Halbas. Dikatakan juga Abu ‘Abdillah Ad-Dimasyqiy. Seorang tsiqah lagi ahli ibadah. Wafat pada tahun 132 H.

[45] Sebenarnya riwayat Al-Waliid bin Muslim ini diikuti oleh ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid. Disebutkan Ibnu Hajar dalam Al-Ishaabah (6/309) bahwasannya Ibnu Syaahin meriwayatkannya dari jalan Mahmuud bin Khaalid, dari Al-Waliid bin Muslim dan ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid, dari Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Yunus bin Maisarah, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah.

Namun sanad Ibnu Syaahin dari jalur ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid adalah keliru (syaadz), karena menyelisihi riwayat jama’ah yang meriwayatkan dari Mahmuud. Al-Khallaal telah meriwayatkan dari Ya’quub bin Sufyan, Ibnu Qaani’ dari jalan Ishaaq bin Ibraahim Al-Anmaathiy, dan Ibnu ‘Asaakir dari jalan Ahmad bin Al-Mu’allaa; ketiganya dari Mahmuud bin Khaalid, dari ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid, dari Sa’iid, dari Rabii’ah, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah.

Tambahan :

Adz-Dzahabiy menyebutkan sanad dari Abu Bakr bin Abi Dawud (ia adalah guru/syaikh dari Ibnu Syaahin) : Telah menceritakan kepada kami Mahmuud bin Khaalid : Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid dan ‘Umar bin ‘Abdil-Waahid, dari Sa’iid, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari Abu Idriis, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah [As-Siyar 3/126].

Sanad ini juga keliru (syadz)karena menyelisihi jama’ah yang meriwayatkan dari Mahmuud yang tanpa menyebutkan Abu Idriis antara Rabii’ah dan ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah.

[46] Sanad :

وأخبرناه أبو محمد بن الأكفاني، نا أبو محمد الكتاني، أنا تمام بن محمد، أنا أبو عبد الله بن مروان، نا زكريا بن يحيى، حدثني محمد بن المصفى، نا مروان بن محمد، حدثني سعيد بن عبد العزيز، عن ربيعة بن يزيد، عن أبي إدريس، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة : أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا لمعاوية فقال : ……

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Muhammad bin Al-Akfaaniy : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Mhammad Al-Kattaaniy : Telah memberitakan kepada kami Tammaam bin Muhammad : Telah memberitakan kepada kami Abu ‘Abdillah bin Marwaan : Telah mengkhabarkan kepada kami Zakariyya bin Yahya : Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al-Mushaffaa : Telah mengkhabarkan kepada kami Marwaan bin Muhammad : Telah menceritakan kepadaku Sa’iid bin ‘Abdil-‘Aziiz, dari Rabii’ah bin Yaziid, dari Abu Idriis, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mendoakan Mu’awiyyah dan bersabda.

[47] Ibnu Hajar berkata :

قال أبو حاتم صدوق وقال النسائي صالح وقال صالح بن محمد كان مخلطا وأرجو أن يكون صدوقا وقد حدث بأحاديث مناكير وذكره ابن حبان في الثقات وقال كان يخطىء…….

“Abu Hatim berkata : ‘Shaduuq’. An-Nasa’iy berkata : ‘Shaalih’. Shaalih bin Muhammad : ‘Ia adalah seorang yang tercampur hapalannya, namun aku berharap ia jujur’. Ia telah menceritakan beberapa hadits yang diingkari. Ibnu Hibban menyebutkannya dalam Ats-Tsiqaat. Dan ia (Ibnu Hibban) pun berkata : ‘Terkadang salah’” [selengkapnya lihat At-Tahdziib, 9/161].

[48] Sanad :

أخبرنا عبد الله قال : نا محمد بن إسحاق قال : نا هشام ابن عمار، قال : نا عبد العزيز بن الوليد بن سليمان بن أبي السائب القرشي، عن أبيه عن عمر بن الخطاب عن النبي صلى الله عليه وسلم.

Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdullah, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaaq, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Hisyaam bin ‘Ammaar, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdul-‘Aziiz bin Al-Waliid bin Sulaiman bin Abis-Saaib Al-Qurasyiy, dari ayahnya, dari ‘Umar bin Al-Khaththaab, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

[49] Sanad :

أخبرناه أبو الحسن علي بن المسلم، أنا نصر وابن فضيل، قالا : أنا ابن عوف، أنا ابن منير، أنا ابن خُريم، نا هشام، نا ابن أبي السائب – وهو عبد العزيز بن الوليد بن سليمان – قال : وسمعت أبي، عن عمر بن الخطاب، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم.

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Hasan ‘Aliy bin Al-Muslim : Telah memberitakan kepada kami Nashr dan Ibnu Fudlail, mereka berdua berkata : Telah memberitakan kepada kami Ibnu ‘Auf : Telah memberitakan kepada kami Ibnu Muniir : Telah memberitakan kepada kami Ibnu Khuraim : Telah mengkhabarkan kepada kami Hisyaam : Telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Abis-Saaib – ia adalah ‘Abdul-‘Aziiz bin Al-Waliid bin Sulaiman – ia berkata : Dan aku mendengar ayahku, dari ‘Umar bin Al-Khaththaab, dari Rasululah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

[50] Sanad :

قال نا علي بن عبيد الله قال أنا علي بن أحمد قال أنبأنا ابن بطة قال نا البغوي قال حدثني محمد بن إسحاق قال أخبرني هشام ابن عمار قال نا عبد العزيز بن الوليد بن سليمان بن أبي السائب القرشي عن أبيه، عن عمر بن الخطاب عن رسول الله صلى الله عليه وسلم.

Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Aliy bin ‘Ubaidillah, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami ‘Aliy bin Ahmad, ia berkata : Telah memberitakan kepada kami Ibnu Baththah, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Baghawiy, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ishaaq, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepadaku Hisyaam bin ‘Ammaar, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdul-‘Aziiz bin Al-Waliid bin Sulaiman bin Abis-Saaib Al-Qurasyiy, dari ayahnya, dari ‘Umar bin Al-Khaththaab, dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

[51] Sanad :

حدثنا أحمد بن يحيى بن خالد بن حبان الرقي، ثنا موسى بن محمد البلقاوي، ثنا خالد بن يزيد بن صبيح المري، عن يونس بن ميسرة، عن عبد الرحمن بن عميرة [قال] : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وذكر معاوية فقال : …..

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yahya bin Khaalid bin Hibbaan Ar-Raqiy : Telah menceritakan kepada kami Musa bin Muhammad Al-Balqaawiy : Telah menceritakan kepada kami Khaalid bin Yaziid bin Shabiih Al-Murriy, dari Yunus bin Maisarah, dari ‘Abdurrahman bin ‘Amiirah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dan ia menyebutkan Mu’awiyyah – lalu beliau bersabda.

[52] Sanad :

أخبرناه أبو علي الحداد – إذنا – وحدثني أبو مسعود عنه، أنا أبو نعيم، نا سليمان بن أحمد، نا أحمد بن يحيى بن خالد بن حيان الرقي، نا موسى بن محمد البلقاوي، نا خالد بن يزيد بن صبيح المري، عن يونس بن ميسرة، عن عبد الرحمن بن أبي عميرة قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وذكر معاوية فقال : …..

Telah mengkhabarkan kepada kami Abu ‘Aliy Al-Haddaad – dengan ijin periwayatan – , dan telah menceritakan kepadaku Abu Mas’uud dengannya : Telah memberitakan kepada kami Abu Nu’aim : Telah mengkhabarkan kepada kami Sulaiman bin Ahmad : Telah mengkhabarkan kepada kami Ahmad bin Yahya bin Khaalid bin Hayyaan Ar-Raqiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Musa bin Muhammad Al-Balqaawiy : Telah mengkhabarkan kepada kami Khaalid bin Yaziid bin Shabiih Al-Murriy, dari Yunus bin Maisarah, dari ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amirah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dan ia menyebutkan Mu;awiyyah – lalu beliau bersabda.

[53] Sanad :

حدثني أحمد عن النفيلي أنه حدثهم عن عمرو بن واقد أنه حدثهم عن يونس بن حلبس عن أبي إدريس الخولاني عن عمير بن سعد قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ……..

Telah menceritakan kepadaku Ahmad, dari An-Nufaili, bahwasannya ia telah meceritakan kepada mereka, dari ‘Amr bin Waaqid, bahwasannya ia menceritakan mereka, Yunus bin Halbas, dari Abu Idris Al-Khaulaniy, dari ‘Umair bin Sa’d, ia berkata : Aku medengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

[54] Sanad :

حدثنا محمد بن يحيى حدثنا عبد الله بن محمد النفيلي حدثنا عمرو بن واقد عن يونس بن حلبس عن أبي إدريس الخولاني عن عمير بن سعد فقال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ….

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Muhammad An-Nufailiy : Telah menceritakan kepada kami ‘Amr bin Waaqid, dari Yunus bin Halbas, dari Abu Idris Al-Khaulaniy, dari ‘Umair bin Sa’d, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

[55] Sanad :

أخبرناه أبو الفرج عبد الخالق بن أحمد بن عبد القادر بن محمد، أنا أبو نصر الزينبي، أنا محمد بن عمر بن علي بن خلف بن زنبور، نا محمد بن السري بن عثمان التمار.
ح وأخبرناه أبو الفتح بن عبد الواحد، أنا أبو منصور شجاع بن علي، أنا أبو عبد الله ابن مندة، أنا خيثمة بن سليمان، قالا : نا أبو عوف عبد الرحمن بن مرزوق الطبري البزوري، نا الوليد بن الفضل، أخبرني القاسم بن الوليد، عن عمرو بن واقد القرشي، عن يونس بن حلبس، عن عميرة الأنصاري قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : …..

Telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Faraj ‘Abdul-Khaaliq bin Ahmad bin ‘Abdil-Qaadir bin Muhammad : Telah memberitakan kepada kami Abu Nashr Az-Zainabiy : Telah memberitakan kepada kami Muhammad bin ‘Umar bin ‘Aliy bin Khalaf bin Zanbuur : Telah mengkhabarkan kepada kami Muhammad bin As-Sirriy bin ‘Utsman At-Tammaar.

n Dan telah mengkhabarkan kepada kami Abul-Fath bin ‘Abdil-Waahid : Telah memberitahukan kepada kami Abu Manshuur Syujaa’ bin ‘Aliy : Telah memberitakan kepada kami Abu ‘Abdillah bin Mandah : Telah memberitakan kepada kami Khaitsamah bin Sulaiman, mereka berdua (Muhammad As-Sirriy berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami Abu ‘Auf ‘Abdurrahman bin Marzuuq Ath-Thabariy Al-Bazuuriy : Telah megkhabarkan kepada kami Al-Waliid bin Al-Fadhl : Telah mengkhabarkan kepadaku Al-Qaasim bin Al-Waliid, dari ‘Amr bin Waaqid Al-Qurasiy, dari Yunus bin Halbas, dari ‘Amiirah Al-Anshariy, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

[56] Para ulama telah menjelaskan dua syarat yang harus dipenuhi satu hadits dikatakan mudltharib :

a. Riwayat-riwyaat hadits saling berselisih yang tidak mungkin dilakukan kompromi (jama’).

b. Sama kekuatan riwayat-riwayat haditsnya, yang tidak memungkinkan dilakukan tarjih yang satu dengan yang lainnya.

Jika salah satu riwayat dapat di-tarjih atau memungkinkan dilakukan pen-jama’-an, maka sifat idlthirab yang ada pada hadits tersebut terangkat (hilang).

[57] Yaitu : Rabii’ah bin Yaziid, Ibnu Sa’d, Duhaim, Sulaiman bin ‘Abdil-Hamiid Al-Bahraaniy, Ahmad, Al-Bukhariy, Baqiy bin Mikhlad [dalam muqaddimah Musnad-nya no. 355], At-Tirmidzi [Tasmiyyatush-Shahaabah no. 388], Abu Haatim, Ibnu Sakan [Al-Ishaabah], Ibnu Abi ‘Aashim, Ya’qub bin Sufyaan [Al-Ma’rifah 1/287 – lihat juga 1/238], Abul-Qaasim Al-Baghawiy [Mu’jamush-Shahaabah 4/489], Ibnu Abi Haatim [Al-Jarh 5/273], Ibnu ‘Asaakir [At-Taariikh 35/231], Ibnu Hibban [Ats-Tsiqaat 3/252], Al-Khathiib [Taaliy Talkhiish Al-Mutasyaabih 2/539], An-Nawawiy [Tahdziibu Asmaa’ wal-Lughah 2/407], Adz-Dzahabiy [Taariikhul-Islam 4/309 dan At-Tajriid 1/353], Ibnu Hajar [Al-Ishaabah 6/309], dan yang lainnya.

Tidak ada yang menyelisihi mereka kecuali Ibnu ‘Abdil-Barr dan yang mengikutinya setelahnya seperti Ibnul-Atsiir.

[58] Sebagaimana dikatakan Abu Haatim :

وإنما هو ابن أبي عَمِيْرة ، ولم يسمع من النبي صلى الله عليه وسلم هذا الحديث

“Hanya saja ia bernama Ibnu Abi ‘Amiirah, tidak pernah mendengar hadits ini dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam” [Al-‘Ilal, 6/382].

[59] Lihat catatan kaki no. 20, 32, 40, dan 51.

[60] Lihat catatan kaki no. 40.

[61] Lihat catatan kaki no. 33.

[62] Lihat catatan kaki no. 31, 32, dan 36.

[63] Ibnu ‘Asaakir berkata : “Abdurrahman bin ‘Amiirah Al-Azdiy, diriwayatkan darinya sebuah hadits dan disebutkan padanya hadits Mu’awiyyah : ‘Ya Allah, jadikanlah Mu’awiyah pembawa petunjuk yang memberikan petunjuk’. Ini adalah kekeliruan, karena ia adalah Al-Muzanniy, bukan Al-Azdiy” [At-Taarikh, 35/231-232].

Al-Mizziy berkata : “ ‘Abdurrahman bin Abi ‘Amiirah Al-Muzanniy. Dikatakan juga Al-Azdiy Al-Barqiy. Ini keliru, sebab (yang benar) ia adalah Al-Muzanniy, bukan Al-Azdiy. Ia adalah saudara dari Muhammad bin Abi ‘Amiirah. Seorang shahabat. Tinggal di daerah Himsh” [Tahdziibul-Kamaal, 17/231 no. 3921].

[64] Pengunggulan riwayat jama’ah/jumhur/mayoritas sudah menjadi hal yang ma’ruf jika terjadi kontradiksi dari beberapa riwayat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: