Al-Hadits

Memahami Hadits Nabi Sesuai Pemahaman Salafush-Shalih

‘Aliy bin Al-Mutsannaa

pada 12 Oktober 2012

‘Aliy bin Al-Mutsannaa

Disebutkan Ibnu Hibbaan dalam Ats-Tsiqaat, dan beberapa perawi tsiqaat meriwayatkan darinya [Tahdziibul-Kamaal, 21/114-116]. Namun Adz-Dzahabiy mengatakan bahwa ia didla’ifkan oleh Al-Azdiy [Miizaanul-I’tidaal, 3/152 no. 5918]. Ibnu Hajar berkata : “Maqbuul” [At-Taqriib]. Wafat : 256 H.

Pembicaraan tentang ‘Aliy bin Al-Mutsannaa..

Ia telah ditsiqahkan oleh Ibnu Hibbaan semata, tanpa diikuti oleh yang lain. Para ulama telah mengkritik tautsiq Ibnu Hibbaan dalam kitab Ats-Tsiqaat. Ia telah membuat satu kaedah dalam kitabnya yang menyelisihi jumhur ulama dimana perawi yang hilang majhul ‘ain-nya, maka ia termasuk tsiqah. Atau kalimat mudahnya, ia sering mentsiqahkan para perawi majhul. Ini manhaj yang mengherankan menurut jumhur. Oleh karena itu, tautsiq Ibnu Hibbaan ini tidak boleh diandalkan jika ia bersendirian – sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar dan yang lainnya. Memang benar, jika ada sekumpulan perawi tsiqah meriwayatkan darinya, maka haditsnya bisa dijadikan hujjah. Namun pertanyaannya : “Apakah yang meriwayatkan darinya hanya perawi tsiqah atau campuran antara perawi tsiqah dan dla’iif ? Jika kedudukannya adalah yang kedua, maka ia tidak lebih seperti perawi yang lainnya yang tetap harus ditimbang dengan kaedah jarh dan ta’dil lainnya. Juga, penerimaan tautsiq Ibnu Hibban atas ‘Aliy bin Al-Mutsannaa pun (jika tidak ada ahli hadits lain yang mentautsiqnya) tetap diikat dengan satu persyaratan lain : Jika tidak ada ahli hadits lain yang men-jarh-nya. Nah, bukankah di sini Al-Azdiy mendla’ifkan ‘Aliy bin Al-Mustannaa ? Dan bukankah Ibnu ‘Adiy juga mengisyaratkan kedla’ifannya sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar dalam At-Tahdziib ?

Sebenarnya tautsiq Ibnu Hibbaan ini dapat diterima/dipertimbangkan walau ia bersendirian, jika ia menyebutkan secara jazm lafadh tautsiq-nya sebagaimana dijelaskan oleh Al-Mu’allimiy Al-Yamaaniy dalam At-Tankiil dan yang lainnya dari kalangan muhadditsiin. Namun dalam kitab Ats-Tsiqaat (no. 14493 dan 14508), ia tidak tidak menyebutkan lafadh tautsiq apapun atas diri ‘Aliy bin Al-Mutsannaa

Dikutip dari : Abul-Jauzaa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: